Latar belakang
Pasal 1 Undang
Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional, menyatakan bahwa:
“Pendidikan merupakan usaha dasr
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuakatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara”.
Pasal 31 Undang
Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Menyatakan bahwa: (1)tiap
tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. (2) setiap warga negara wajib
mengikuti pendidikan dasr dan pemerintah wajib membiyayai, (3) pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakn kehidupan bangsa yang diatur dengan undang
undang.
Dari definisi
tersebut bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang panting untuk menjalani
kehidupan yang baik serta menjadikan pendidikan sesuatu yang berarti dalam
kehidupan bangsa dan negara. Dengan pendidikan setiap warga negara dapat
mengembangkan potensi yang dimiliknya menjadi lebih berarti dan bermanfaat bagi
sesama manusia dan negara. Dalam pendidikan salah satu hal yang mempengaruhi
peningkatan hasil belajar yaitu minat membaca. Membaca merupakan hal yang sangat
penting agar dapat mengetahui informasi atau mendapatkan pengetahuan yang lebih
karena membaca adalah jendela dunia. Dewasa ini banyak anak anak yang lebih
tertarik dengan tontonan tv, bermain smartphone dan lain lain dari pada
membaca. Budaya membaca di indonesia terlihat masih kurang khususnya di
kalangan anak sekolah dasar. Di sd x yang nantinya saya akan meneliti skripsi
saya bahwa bapak xx mengungkapkan siswanya bahwa kurangnya minat di sd x sangat
terlihat seperti contonya terdapat sebuah perpustakaan di sd x yang jarang
dikunjungi. Siswa di sd x ini bila jam istirahat atau jam kososng terlihat anak
anak lebih tertarik bermain dengan temanya dan menghabiskan waktu istirahat
dengan hal yang kurang bermanfaat. Di sd tersebut siswanya masih kurangnya minat
membaca padahal di sd tersebut terdapat perpustakaan yang memadai. Ini adalah
masalah tentang rendahnya minat membaca dan kurang tertariknya siswa dalam hal
membaca. Seharusnya ada solusi yang tepat dari guru dan piahak sekolah tersebut
agar siswa dapat gemar dalam membaca. Maka dari itu seorang guru harus mampu
mengatasi masalah seperti kurangnya minat siswa dalam membaca. Dalam hal ini
kurangnya minat membaca bila terus menerus dibiarkan tanpa adanya upaya mengatasi
masalah tersebut maka siswa menjadi kurangnya mendapat sebuah pengetahuan yang
lebih dari kegiatan membaca.
Hasil survey
unesco menunjukan bahwa indonesia sebagai negara dengan minat membaca masyarakt
yang rendah di asean. Terlihat bahwa negara indonesia masyarakatnya masih
menganggap membaca merupakan keigatan yang kurang begitu penting. Begitu pula
dengan anak anak indonesia masih perlu adanaya budaya membaca di kalangan anak
anak sekolah dasar dan yang berperan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dari
diri sendiri, orang tua, guru dan dari pihak pemerintah agar masyarakat
indonesia menjadikan membaca kebiasaan sehari hari.
Dari masalah tersebut menunjukan
membaca belum menjadi kebiasaan masyarakat indonesia maka dari itu membaca
harus dibiasakan agar membaca menjadi budaya indonesia dan menjadikan membaca
sebagai makanan sehari hari masyarakat indonesia
Maka dari itu saya mengambil judul
dalam penilitian saya yaitu
PENERAPAN MEMBACA HARIAN DALAM PENINGKATAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS X
DI SD X
Identifikasi masalah
Berdasarkan analisis latar belakang di atas , kondisi yang
ada saat ini adalah:
1.
Siswa belum membiasakan membaca tiap
hari
2.
Kurangnya minat membaca siswa
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang
saya kemukakan bahwa penelitan saya rumusan masalah yaitu:
apakah membaca harian dapat
meningkatkan minat baca siswa kls x di sd x?